Web Science
Web Science di ciptakan oleh seorang bernama Tim Berners-Lee yang mensupport dari berdirinya cabang ilmu ini. Tim Berners-Lee juga seorang penemu World Wide Web.
Web Science
Web Science di ciptakan oleh seorang bernama Tim Berners-Lee yang mensupport dari berdirinya cabang ilmu ini. Tim Berners-Lee juga seorang penemu World Wide Web.


|
|
Mungkin sebagian dari kalian sudah pernah mendengar tentang pulau ini. Pulau Socotra terletak di negara Yaman dengan luas 3796km persegi. Sekilas kita akan menganggap pulau ini seperti pulau biasa, tetapi jika kalian berada di pulau itu, percayalah, kalian akan merasa seperti berada di planet lain. Pulau yang berpenduduk sekitar 42ribu lebih ini memiliki keunikan tersendiri di banding pulau-pulau lainnya yang akan saya bahas nanti.
Sejarah pulau Socotra
Nama socotra berasal dari bahasa sansekerta, 'sukhadhara dvipa' yang berarti "pulau kebahagiaan". Menurut sejarah, penduduk pulau socotra telah memeluk Kristen sejak tahun 52 setelah masehi. Pada abad 10, seorang ahli geografi Arab yang bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani menyatakan bahwa pada masanya, penduduk Socotra mayoritas memeluk agama Kristen. Konon mereka juga telah mempraktekkan ritual sihir kuno. Pada tahun 1507, armada Portugis mendarat di pulau ini. Tujuan mereka adalah untuk menghentikan perdagangan Arab dari Laut Merah ke Samudra Hindia serta untuk menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan tersebut. Namun, invasi Portugis ini tidak berjalan mulus karena penduduk setempat menentang mereka. Pada tahun 1511, pulau ini dikuasai oleh Kesultanan Mahra. 456 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 November 1967, Pulau Socotra menjadi bagian dari Republik Rakyat Yaman Selatan yang pada saat ini telah berubah menjadi Republik Yaman.
Geografi dan Iklim
Pulau Socotra termasuk tempat yang paling terisolasi di dunia. Sebenarnya Socotra merupakan sebuah kepulauan. Pulau Socotra sendiri merupakan pulau utama, sedang 3 pulau kecil lainnya bernama pulau Abd Al Kuri, Pulau Samhah,dan Pulau Darsa. Puncak tertinggi di Pulau Socotra adalah pegunungan Haghier dengan ketinggian 1500m dari permukaan laut. Iklim di pulau ini diklasifikasikan sebagai iklim koppen dengan suhu tahunan rata-rata diatas 18 derajat Celcius.
Pengakuan Oleh UNESCO
Pulau ini diakui UNESCO sebagai situs warisan alam dunia pada Juli 2008. Saking seriusnya perlindungan lingkungan di pulau ini hingga tidak dibangunnya fasilitas bagi pengunjung seperti hotel, restoran, dan bangunan lainnya meski pulau ini memiliki potensi sebagai tempat wisata yang luar biasa.
Hal Lain Mengenai Pulau Ini
Bahasa asli penduduk di pulau ini adalah Bahasa Semit Soqotri yang hanya diucapkan di pulau Socotra. Terlepas dari keindahan alam Pulau Socotra, banyak ilmuwan yang tertarik dan meneliti pulau yang memiliki flora dan fauna yang bisa saya katakan "lain dari yang lain" ini, Sebagian ilmuwan berpendapat flora dan fauna di pulau ini merupakan spesies yang hidup di masa lampau dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Karena letak pulau yang terisolasi dan karakteristik iklimnya yang unik, flora dan fauna ini bisa bertahan hidup hingga saat ini. Demikianlah sekilas mengenai Pulau Socotra,dengan segala keunikan dan keindahan alamnya, tidak heran jika UNESCO dan pemerintah Yaman mati-matian mempertahankan kelestarian pulau ini.

Phyton bekerja untuk dapat dijalankan di berbagai environtment serta berbagai platform untuk pengembangan software. Jadi dapat dikatakan Phyton fokus terhadap kedinamisannya untuk dapat berjalan di manapun, oleh karena itu dia disebut interpreter. Karena jika kita menulis bahasa Phyton dan ingin menjalankan pada virtual machine milik Java atau pun di .NET Framework maka bahasa Phyton dapat merubah bahasa yang tadinya ditulis dalam bahasa Phyton sehingga dapat bekerja pada environtment manapun.
Dengan konsep seperti itu maka programmer akan lebih fokus ke masalah konsep dari software atau system yang akan di buat, karena dengan mempelajari bahasa Phyton mereka dapat bekerjasama dengan banyak programmer lainya yang memliki spesialisasi khusus pada suatu bahasa pemprograman. Selain itu mereka tidak perlu repot untuk memkirkan akan berjalan dimana software atau system yang akan dibuat.
Pengembang dari Phyton sendiri mendeklarasikan bahwa Phyton merupakan bahasa interpreter yang dinamis dan juga mudah untuk dipelajari serta dapat mendukung konsep pengerjaan RAD oleh programmer, yang sedang populer saat ini juga dapat bekerja pada banyak bidang real serta cross platform. Phyton membanggakan kesederhanaan bahasa mereka dalam proses scripting dan juga membuat banyak orang bisa mempelajari suatu bahasa pemprograman dengan mudah dan cepat. Untuk membuat script dari Phyton hampir mirip konsepnya dengan pseudo code sehingga menarik untuk dipelajari bagi pemula ataupun programmer yang ingin mencoba bahasa baru.
Selain itu Phyton juga merupkan opensource sehingga dapat secara gratis digunakan, maka dari itu akhir-akhir ini Phyton menjadi alternatif bahasa pemprograman yang baru yang makin menigkat tingkat kepopuleranya. Selain itu Phyton pun didukung dengan komunitas yang aktif dan cukup besar, Phyton sangat memperhatikan sekali komunitas yang berkembang di setiap negara, mereka member suppot penuh pada setipa komunitas yang ada dan tentunya aktif.